Dalam sakitku Tuhan bekerja

2 januari

Pada tanggal 2 pagi, badan saya mulai tidak enak. Namun orang tua saya memaksa saya untuk pergi kuliah. Saat itu lagi gerimis. Saya benar- benar takut tidak bisa menjalani hari itu. Namun Tuhan selalu melindungi saya sampai ke kampus.

Di kampus, saya tidak bisa konsentrasi. Kepala terasa sakit dan badan ngilu. Beruntung ada seorang teman yang berinisiatif memberikan minyak angin. Cukup membuat saya bertahan sampai jam 9.

Penderitaan saya ditambah karena tepat hari itu ada ujian akhir web programming. Saya cuma bisa pasrah dan berharap badan saya kuat untuk bertahan. Akhirnya ujian berhasil saya lewati dan saya bisa kembali ke rumah dengan selamat.

3 januari

Malam harinya sesudah doa malam, saya berbincang- bincang dengan Tuhan. Saya berkata ke Tuhan “Tuhan, aku yakin jika Engkau mau, aku akan sembuh”. Namun entah kenapa, ada suatu dorongan yang membuat saya berkata, “Tuhan, apapun yang terjadi sekarang aku tetap percaya kepadaMu, aku sudah tidak memerlukan tanda lagi.”

4 januari

Ketika saya bangun pagi harinya. Saya meminum sedikit air hangat, namun entah mengapa tiba- tiba kepala saya terasa sakit dan indra penglihatan saya mulai kabur. Kemudian saya muntah. Setelah itu saya merasa kehilangan semua tenaga saya. Saya tidak sanggup untuk berdiri, untuk membuka mata saja tidak kuat. Sekonyong- konyong ada 2 tangan yang memegang dan memapah. Saya sepertinya menyerahkan diri saya kepada kedua tangan itu. Saya percaya karena saya yakin itu orang tua saya. Mereka kemudian membawa saya ke tempat duduk. Dan ketika mereka menyuruh saya duduk, ntah kenapa saya percaya 100% dan langsung duduk, walaupun saya tidak tahu sedang berada dimana.

Disini saya belajar yang namanya percaya. Saya bisa percaya seutuhnya kepada orang tua saya. Walaupun saya tidak bisa melihat dan merasakan. Jika dengan orang tua saja bisa percaya, kenapa saya harus ragu menyandarkan hidup kepada Tuhan.

Malam harinya, karena keesokan harinya saya ada ujian kembali, mau ga mau, saya meminta kesembuhan kepada Tuhan.

5 januari

Pagi ini keadaan lumayan lebih baik. Tapi dalam hati saya masih takut karena ada ujian. Tapi seperti biasa, percaya aja Tuhan akan bantu. Ada beberapa hal yang saya pikir adalah pekerjaan Tuhan saat itu.

Pertama, saya dapat bangku nomor 1, awalnya saya berpikir “gawat nih, kalo terjadi sesuatu kan keluarnya susah”. Ternyata perlu disyukuri bahwa lokasi itu hangat.
Kedua, ketika pulang ternyata Tuhan sudah menyediakan tukang ojek langganan saya.
Ketiga, siang itu kondisi saya menjadi jauh lebih baik. Dan saya bisa beraktifitas seperti biasa kembali.

Puji Tuhan, walaupun dalam keadaan sakit, saya bisa mengalami kejadian indah bersamaNya.

This entry was posted in Rohani and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>