DB2 Spatial Extender part3

Di artikel sebelumnya kita sudah belajar bagaimana cara membuat database spatial. Namun ketika kita mengenable fitur spatial extender kita mendapatkan warning. Disini kita akan memodifikasi configuration atau istilahnya melakukan tuning.

Beberapa hal yang perlu dituning
1. Log : spatial extender membutuhkan log yang besar jika
- menggunakan database spatial di environtment windows
- menggunakan stored procedure ST_import_shape untuk mengimport shape file
- menggunakan geocoding dengan scope commit yang besar
- menjalankan concurrent transaction

Parameter yang perlu diganti
LOGFILSIZ default 1000, rekomendasi >1000
LOGPRIMARY default 3, rekomendasi 10
LOGSECOND default 2, rekomendasi 2

2. application heap size : parameter ini menentukan jumlah memory yang dialokasikan untuk digunakan oleh DBM untuk agent tertentu. Nilai defaultnya adalah 128 (4KB), untuk menjalankan spatial extender disarankan 2048

3. application control heap size : parameter ini menentukan jumlah maksimal memory shared untuk application control.

UPDATE DATABASE CONFIGURATION FOR spatial USING LOGFILSIZ 2000;
UPDATE DATABASE CONFIGURATION FOR spatial USING LOGPRIMARY 10;
UPDATE DATABASE CONFIGURATION FOR spatial USING LOGSECOND 2;
UPDATE DATABASE CONFIGURATION FOR spatial USING APPLHEAPSZ 2048;
UPDATE DATABASE CONFIGURATION FOR spatial USING APP_CTL_HEAP_SZ 1024;

Setelah menjalankan command diatas, maka proses spatial akan lebih cepat.

Semoga bermanfaat.

This entry was posted in DB2 and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>