Tuhan bekerja melalui banyak cara

Akhirnya bisa menyempatkan diri untuk menulis ini. Sudah lama banget ga pernah memberikan share tentang pengalaman rohani.

Jadi pada hari senin 21 Desember, saya mengalami yang namanya rasa emosi tingkat tinggi. Dimana urusan pekerjaan membuat jengkel, belum lagi pas pulang mengalami macet, ditambah pula dengan kebodohan petugas busway yang tidak memberitahukan bahwa busway tidak bisa menurunkan penumpang di halte jelambar (samping citraland) karena jalannya sedang diperbaiki, sehingga harus turun di halte Indosiar (yang sialnya macet untuk sampai kesana, ditambah lagi harus ngantri lagi untuk naik busway ke jelambar).

Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang mudah emosi atau tidak sabar, namun hari itu sepertinya sudah akumulasi dari kekesalan dari beberapa hari sebelumnya. Saya rasa semua orang mengalami hal ini pas pulang kantor.

Namun ternyata ada sebuah hikmah dari kejadian ini. Kebetulan banget hari itu adalah senin, jadi saatnya untuk berkumpul bersama-sama teman di persekutuan doa. Sampai di dalam ruangan, saya masih merasa emosi, ketika teman-teman menyanyi saya masih berusaha untuk cooling down. Pada saat seperti ini, ternyata sifat asli saya muncul (pengamat dan pembelajar visual), saya menyadari bahwa dari 3 lagu yang ada, semuanya ada kata “BERSUKA CITALAH“. OK, saya merasa Tuhan menyindir saya. Ketika pembicara memberikan sharing pun, kata bersuka cita pun ada. Dan pas lagu terakhir, kata ini muncul lagi.

Dalam hati saya bersyukur sekali bahwa Tuhan memiliki banyak sekali jalan. Semua orang berkata untuk peka untuk mendengarkan suara Tuhan. Well sampai sekarang, saya ga pernah dengan benar-benar jelas bisa mendengar suaraNya. Namun pada hari itu, saya langsung menyadari, mungkin untuk saya, Tuhan memiliki jalan lain untuk berbicara. Sama seperti Tuhan dapat menyapa kita melalui lingkungan, melalui orang lain dsb.

Oh ya, mungkin sharing ini juga dapat memperkuat pernyataan bahwa pada saat kita sedih,dilanda bencana, emosi, pada saat seperti inilah Tuhan semakin dekat dengan kita.

Sekian sharing saya, semoga dengan ini kita semakin peka untuk menyadari kehadiran Tuhan



This entry was posted in Diari, Rohani and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>