Rencana Tuhan Indah pada Waktunya part 2

Saya akan kembali memberikan sharing mengenai pengalaman saya dalam urusan asrama, ups salah asmara *uhuk-uhuk*

Saya merupakan tipe orang yang cuek. Oleh karena itu pula, walaupun ketika SMP maupun SMA saya menyukai seorang ce, saya tidak pernah melakukan pdkt.

Namun hal ini berubah ketika saya masuk kuliah. Waktu itu saya menjadi seorang pengajar di BNCC. Pada hari pertama mengajar saya bertemu dengan seorang ce yang menurut kesan pertama saya jutek dan cuek. Katakanlah namanya si N.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika saya mulai sering berkomunikasi dengan dia, saya merasa anaknya tidak jutek-jutek amat, walaupun cueknya masih. Semakin dekat saya dengan dia, saya mulai merasa tertarik dengan dia, namun karena saya juga cuek, saya berlaku seperti biasa ketika masih SMP atau SMA.

Setahun berjalan, setelah beberapa kali mengamati dia, saya akhirnya menganggap bahwa ce ini memiliki hati yang luar biasa baik. Dan sejak saat itu, saya memutuskan untuk mulai mendekati dia dan berusaha menjadi pacarnya.

Singkat cerita, karena bukan ini inti yang ingin saya sharingkan, saya bertahan untuk mendekati dia selama 3,5 tahun. Namun dia selalu menolak menjadi pacar saya dan hanya ingin berteman saja.

Setelah melewati masa-masa sulit, saya berpikir untuk melupakan dia. Well bukan perkara mudah karena saya sudah beberapa kali mencoba untuk melupakan dia sebelum 3,5 tahun itu.

Suatu ketika pas mengikuti acara PDKK MBK, ntah mengapa saya merasa begitu dicintai teman-teman saya disana. Dan pada waktu itu, saya teringat sebuah ayat “Carilah dulu kerajaan surga, kemudian semua akan ditambahkan kepadamu”. Sejak hari itu, saya memutuskan untuk selalu mengusahakan datang ke PD, apapun yang terjadi di kantor. Dan beberapa kali di PD, saya berdoa, “ya Tuhan, jika ini memang harus diakhiri, tolong diakhiri”

Pada suatu hari, saya chatting dengan seorang ce. Kita berdua pertama kali bertemu di kepanitiaan acara 17an dan retret alam di gereja. Ketika chat pertama kali, maksud hati hanya say hi aja, namun semakin panjang chatnya, ce ini cerita bahwa nilai TOEFLnya kurang baik. Ntah kenapa, sepertinya karena saya sudah merasa banyak yang mencintai saya, saya terdorong aja untuk berkata, “ya sudah, nanti koko ajarin”

Pertama kali ngajar langsung di rumah dia. Dag dig dug karena selama hidup cuma 3x ke rumah temen ce, itupun karena urusan tugas / kuliah. Tapi karena saya tahu niat saya baik-baik, saya pun datang ke rumahnya. Untungnya saya diterima baik disana. :)

Dari mengajar itu, ada sebuah kejadian yang membuat ce ini mau bergabung ke PDKK MBK. Dalam hati sudah kepikiran “ya Tuhan, inikah jawabanMu ?” Ternyata hubungan kami semakin dekat, dan setelah saling bercerita, saya mengetahui bahwa dia juga berdoa hal yang sama dan mendapatkan jawaban. Saat itu saya tahu bahwa benar ini jawabanNya.

Dan pada tanggal 15 Februari 2011, saya dan Teresia Lina pun resmi menjadi pasangan. Semoga terus langgeng dan selalu menjadi pasangan yg dekat dengan pak comblangnya ^^



This entry was posted in Cinta, Diari, Rohani and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>